Sugapa - Peristiwa meninggalnya Pendeta di Distrik Hitadipa menjadi viral dimedia Sosial. Meninggal nya pendeta tersebut menjadi sorotan para Netizen karena jenazahnya dibawa dari Bilogai Distrik Sugapa dengan menggunakan Ojek. Persitiwa tersebut di unggah oleh warga lokal melalui media sosial Facebook, dan berhasil menyita perhatian netizen.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Dr. A. Mustofa Kamal, SH dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pihaknya menyebutkan dari hasil laporan anggotanya dilapangan bahwa Pendeta Bernadus Tapani meninggal di dusun Tigamajigi Distrik Sugapa.
"Dari laporan dilapangan, pendeta Bernadus Tapani ini melalukan pelayanan di Gereja Desa Sakumba Disrrik Hitadipa. Sebelumnya, pendeta pernah berobat dan operasi di RS Timika Kab. Mimika. Setelah itu korban dibawa kembali oleh keluarganya ke sugapa,"jelas Kasatgas Humas Kombes Pol A. Mustofa Kamal, SH.
Lanjut Kamal, Dimana atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak melaporkan atau meminta bantuan ke pihak Dinas Kesehatan maupun TNI Polri untuk mengangkut Jenazah Almarhum.
"Oleh karena itu kita luruskan informasi yang beredar ini, jangan sampai masyarakat lain salah paham. Jarak dari Dusun Tigamajigi ke Desa Wabui Distrik Hitadipa masih memakan waktu yang cukup lama dan juga butuh pengamanan aparat yang ketat,"beber Kamal.
Kamal menambahkan, apabila jenazah di antar menggunakan kendaraan roda 4 oleh petugas medis dan itupun juga hanya sampai di kampung titigi perbatasan distrik sugapa dan distrik hitadipa. Untuk jalan menuju ke distrik hitadipa dari kampung titigi belum bisa di lewati oleh kendaraan roda 4, di karnakan jalan putus dan rusak, kendaraan roda 4 yang ada di kab Intan Jaya sangat minim. Perlu di ketahui, di tahun 2021 bulan Agustus telah terjadi pembakaran mess karyawan bandara bilorai distrik sugapa kab intan jaya yang mana pada saat itu mobil ambulance yg di stand bykan di bandara ikut terbakar.
"Jadi jika ada laporan dari pihak keluarga ke kami, bisa kita antisipasi dengan cara lain. Selanjutnya jika ada perkembangan, kita akan update kembali,"pungkas Kasatgas.