Tebo - Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam dekade terakhir menekankan agar setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dalam rangka menurunkan kematian ibu dan kematian bayi (Kemenkes RI, 2018). Hal ini di jelaskan oleh Bidan Aprilia Murita Ningsih, S.Tr. Keb, CMP dalam tulisanya pada program Studi Magister Kebidanan.
Ia menuturkan, secara nasional cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan adalah 79,72%, indikator tersebut telah memenuhi target Renstra sebesar 75%. Namun demikian masih terdapat 18 provinsi (52,9%) yang belum memenuhi target tersebut, yaitu mulai dari provinsi Aceh sebesar 78,06% dan terendah Provinsi Maluku sebesar 30,65% (Kemenkes RI, 2018).
Capaian persalinan ditolong petugas kesehatan dan di fasilitas pelayanan kesehatan Provinsi Jambi tahun 2017 berada pada urutan 14 terendah secara nasional (Kemenkes RI, 2018).
Struktur sosial dan kebudayaan, perceive dan evaluated merupakan 2 dari 3 faktor yang mempengaruhi pemanfaatan fasilitas kesehatan, termasuk bagi ibu bersalin. Hal ini juga berkaitan dengan fenomena yang ditemukan di wilayah Kabupaten Tebo, dimana kentalnya pengaruh faktor sosial budaya ikut mempengaruhi keputusan masyarakat dalam pemilihan tempat persalinan.
Fenomena yang sering penulis temukan dalam asuhan kebidanan pada ibu, banyaknya keluhan pasien dan keluarga dari ibu bersalin yang merasa kurangnya kenyamanan dalam menjalani proses persalinan, terutama berkaitan dengan hal pakaian dalam menjalani proses persalinan. Dimana belum terpenuhinya pakaian khusus ibu bersalin yang dapat menjaga privasi sebagai sarana pendukung peningkatan kenyamanan ibu dalam menjalani proses persalinan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang harus dipenuhi dalam memberikan kenyamanan sesuai dengan konsep asuhan sayang ibu.
Oleh karena itu, penulis yang juga merupakan Bhayangkari Polres Tebo ini berinisiatif membuat sebuah inovasi pakaian khusus bersalin yang membuat ibu merasa aman dan nyaman dengan model yang kekinian yang membuat ibu semakin semangat dan semakin PeDe.
Pakaian khusus persalinan ini berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan ibu dalam proses persalinan, terutama dalam menjaga privasi ibu melalui pakaian khusus persalinan namun tidak mengganggu terhadap tindakan medis dalam proses persalinan.
Adapun pakaian khusus persalinan ini terdiri dari 2 bagian utama, yaitu :
a. Pakaian untuk menutup tubuh bagian atas (baju) berupa baju bersalin dengan Model kimono yang digunakan dengan aplikasi penggunaan tali pada bagian kiri dalam dan kanan luar berfungsi untuk memudahkan pada proses IMD setelah bayi lahir yang kemudian dapat ditutup kembali untuk menjaga privasi tubuh bagian atas ibu serta berfungsi sebagai selimut bagi bayi.
Pada bagian pundak hingga tangan baju persalinan didesain agar bisa dibuka dan ditutup dengan mudah yaitu dengan perekat yang mudah dibuka dan dipasang yang berfungsi untuk memudahkan saat pemasangan infuse, membersihkan ibu pasca persalinan serta proses penggantian pakaian setelah persalinan.
b. Pakaian untuk menutup tubuh bagian bawah (celana) berupa celana panjang bersifat lembut dan longgar agar tidak mengganggu kenyamanan pada proses persalinan Bagian selangkangan celana di desain agar dapat terbuka dan tertutup yang dilengkapi dengan perekat.
Pada bagian ini berfungsi untuk memudahkan proses pemeriksaan dalam pada kala I persalinan serta akan di buka sepanjang kala II hingga kala III persalinan. Sehingga pada proses persalinan privasi ibu tetap terjaga dengan hanya membuka pakaian pada bagian yang dibutuhkan Pada bagian samping luar (kanan dan kiri) celana persalinan di desain agar dapat dibuka dengan dipasangi perekat dari bagian pinggang hingga ujung bagian bawah celana, sehingga bagian ini dapat dibuka sesuai kebutuhan, yang berfungsi untuk memudahkan tindakan medis seperti injeksi oksitosin pada bagian paha ibu atau tindakan medis lainnya pada bagian kaki/ paha bagian luar.
Celana persalinan juga didesain sedemikian rupa dimana celana dapat dipisahkan antara bagian depan dengan bagian belakang agar pada proses penggantian celana dapat dilakukan dengan mudah sehingga tidak menggangu posisi atau kenyamanan ibu.
Diakhir, Bidan yang merupakan istri Anggota Polres Tebo ini berharap semoga dengan pakaian bersalin hasil inovasi penulis dapat membantu teman-teman bidan sejawat dalam memberikan pelayanan secara khusus dan memberikan kenyaman buat ibu bersalin. (AMN)